Bacalah

Bacalah dengan menyebut nama Tuhan mu

Month: January 2016

Al Qur’an apa yang dibakar Utsman bin Affan ?

Qur’an : Al Hijr : 9

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Ustman bin Affan adalah Khalifah yang paling tua dalam sejarah Kekhalifahan diantara empat orang Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali). Ketika di angkat menjadi Khalifah umur Ustman 70 tahun.  Utsman di pilih berdasarkan hasil rapat enam orang tokoh yang di tunjuk oleh Umar Al Khattab ra. Mereka adalah, Ali bin Abu Thalib, Utsman bi Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas, Abdurrahman bin Auff dan Thalhah anak Ubaidillah.

Pilihan jatuh kepada Utsman bin Affan setelah 5 orang tokoh mengundurkan diri,  setelah di adakan voling keseluruh masyarakat Madinah. Pemilihan Utsman di landasi beberapa alasan:

  1. Masyarakat Arab ketika itu baik Makkah maupun Madinah mempunyai kekuatan ekonomi yang sangat baik,
  2. Masyarakat merasa enggan mempunyai tokoh yang kehidupan kesehariannya tegas seperti Abu Bakar dan Umar.
  3. Ali mempunyai karakter sama seperti kedua tokoh tersebut.

Akhirnya setelah jatuh pemilihan terhadap Utsman maka tampuk kekuasaan di pegang penuh oleh Utsman bin Affan, maka jadilah ia Khalifah ketiga setelah Abu Bakar dan Umar Al Khattab.

Itulah sekelumit tentang naiknya Utsman bin Affan menjadi Khalifah Islam yang ketiga. Pada masa khalifah Utsman inilah mazab Al Quran di susun secara terperincih dengan tidak meninggalkan secuilpun melainkan termaktub keseluruhan ayat-ayat suci Al Quran itu seperti yang kita kenal sekarang ini.

Lalu apa yang di bakar Utsman?

Issu inilah yang menjadi olok-olokan oleh kaum al kafirun untuk mendiskreditkan Utsman bin Affan, sebagai tokoh yang menghilangkan, merubah dan membakar Al Quran.

Saya akan memberikan analogi seperti di bawah ini supaya mudah di mengerti oleh kaum al kafirun.

Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang menyebar dari Sabang sampai Marauke. Banyak ragam bahasa dan dialeq lokal dalam republik ini.  Ada suku Jawa, Madura, Jambi, Palembang, Melayu, Padang, Batak, Manado, Asmat, Bugis, Sunda dan lain sebagainya. Yang semuanya itu merupakan satu kesatuan suku di Negara NKRI ini. Nah Al Quran itu di turunkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan alasan bahwa seluruh suku yang ada di Negara ini mengerti bahasa Indonesia. Tidak mungkin Al Quran itu di turunkan dengan bahasa Batak sementara orang Irian tidak mengerti atau tidak mungkin Al Quran itu di turunkan dalam bahasa Bugis sementara orang Padang tidak mengerti. Akan tetapi walaupun demikian tetap ada dialeq-dialeq Al Quran itu yang terbias ke dalam bahasa lokal, seperti bahasa Jawa, bahasa Bugis, Padang, Batak dll, karena lamanya Al Quran itu terpendam di dalam dada kaum muslimin. Al Quran dengan dialeg-dialeg lokal inilah yang di bakar oleh Utsman, sedangkan dialeq aslinya tetap murni. Al Quran dengan dialeg tunggal inilah yang disusun oleh Utsman bin Affan.

Sebelum Al Quran dengan dialeg-dialeg daerah itu di bakar oleh Utsman, beliau mengutus kepada seluruh pemimpin suku untuk membicarakan permasalahan ini yang pada waktu itu hampir-hampir terjadi pertumpahan darah akibat masalah ini. Situasi yang begitu genting harus di ambil jalan tengahnya oleh Utsman baik sebagai Kepala Pemerintahan maupun sebagai pengikut setia Rasulullah SAW.

Hasil rapat menyetujui tindakan Utsman untuk membakar Al Quran dengan dialeg suku tersebut, tidak ada yang tidak menyetujui tindakan Utsman ini, sebab mereka di antara tokoh-tokoh suku tersebut juga mengerti dengan bahasa Quraisy yaitu bahasa Al Quran. Dan mereka juga mengerti dan tahu bahawa Al Quran itu di turunkan dalam bahasa nenek moyang mereka yaitu bahasa Quraisy. Jadi bahasa Quraisy itu adalah bahasa indonesianya orang arab. Seluruh orang arab mengerti bahasa Quraisy.

Jadi selain bahasa Quraisy inilah yang di bakar oleh Utsman bin Affan, jadi tidak benar Al Quran itu di ubah dan di bakar oleh Utsman.

Mudah-mudahan penjelasan saya seperti anak SD ini bisah “sangat di mengerti” oleh kaum Kristen dan tidak ada lagi fitnah di antara kita.

Dengan adanya penjelasan saya dengan gaya saya menyampaikan kisah ini semoga saja kaum Kristen tidak lagi mengolok-olok Utsman bin Affan dan kaum muslimin dengan Al Qurannya.

1. Qur’an : Ibrahim : 4

Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

2. Qur’an : Thaahaa : 113

Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.

3. Qur’an : Asy-Syuaraa : 192-195

Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.

Lalu mengapa harus Bahasa Quraisy?

  • Bahasa Quraisy atau bahasa Arab adalah bahasa yang sangat mudah di mengerti oleh kaum arab ketika itu, bahasa ini tidak terkontaminasi oleh bahasa apapun di dunia ini, bahasa ini berdiri sendiri bagaikan bangunan Ka’bah.
  • Orang-orang yang memusuhi nabi mayoritas adalah orang-orang Quraisy sendiri yang juga adalah keluarga Rasulullah sendiri, sebut saja Abu jahal, Abu Lahab yang kisah kedurhakaannya nya di abadikan dalam Al Quran.
  • Bahasa ini adalah bahasa Penduduk Syurga, Bahasa para malaikat dan sebagaian besar Bahasa para nabi dan Rasul.
  • Dan Bahasa Arab adalah bahasa induk untuk segala bahasa di dunia ini.

Sumber : Apa yang dibakar Utsman?

Meski saya lemah, saya akan mati

Meski saya lemah, saya akan mati.

Meski saya penguasa, saya akan mati.

Meski saya artis, saya akan mati.

Meski saya pedagang asong, saya akan mati.

Meski saya anggota dewan, saya akan mati.

Sudahkan anda mengingat mati ?

Ingatlah kematian, seperti mengingat nama anda.

1. Quran : Az Zumar: 30

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”.

2. Quran : Ali `Imran: 185

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”.

3. Quran : An Nisa’: 78

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?”

4. Quran : Al Jumu`ah: 8

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan””.

5. Quran : Qaaf: 19

“Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.”

6. Quran : Al Qiyaamah: 26-30

Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,

dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”,

dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),

dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan),

kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.

7. Quran : An Nahl: 32

(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum (keselamatan bagimu), masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.

8. Quran : Al An’am: 93

Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

9. Quran : Al Mukminun: 99-100

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),

agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan

Tidak ada

Tidak ada kata seindah Allah.

Tidak ada tauladan seindah Rasulullah ( Shallallahu ‘alaihi wasallam ).

Tidak ada tuntunan seindah Islam.

Tidak ada nyanyian yang semerdu Adzan.

Tidak ada darma yang seberarti Zakat.

Tidak ada ensiklopedi sesempurna Al-Qur’an.

Tidak ada sembahyang sesempurna Shalat.

Tidak ada diet sesempurna puasa.

Tidak ada pengembaraan sesempurna Haji.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén